Masyarakat Buleud Melawan!


Jika menghadirkan ruang kreatifitas dianggap rugi, sebetulnya apa yang dianggap rugi? Seniman sejati mewakafkan hidupnya untuk kepentingan banyak orang, nama sebuah kota, dan martabat masyarakat. Seniman tidak pernah banyak menuntut pada negara, tetapi jika haknya terus dikuliti maka wajar saja untuk angkat bicara. Seniman juga tidak pernah korupsi, kalau pun dia mengambil keuntungan dari hasil proses kreatifnya itu sebuah kewajaran, seniman juga harus hidup dan menghidupi.

Seniman juga membayar pajak, memberikan kontribusi pembangunan dengan karya dan kegiatan yang mereka buat. Lantas bagaimana kepastian ruang kreatifitas bagi kami? Tempat di mana kami bernaung, saling mengajarkan, saling memberi, saling mengasihi. Lantas jika kami ingin ruang aman, apakah perlu selalu menjilat ketiak pemerintah? Justru pada bagian ini pemerintah perlu sadar, bahwa ada tugas dan tanggungjawab di pundaknya, amanat Undang-Undang yang wajib dilaksanakan untuk hadir bagi setiap kalangan. Tak terkecuali seniman!

Mungkin masalah serupa juga pernah atau tengah terjadi di wilayah lain, bukan hanya Tasikmalaya, maka hari ini adalah waktu yang tepat untuk berbicara. Jika penindasan itu ada, lawan!

Komentar